26 November 2011

Keindahan Bawah Laut Pulau Biawak

Biawak (Varanus salvator) yang mendiami Pulau Biawak

Saya tak pernah tau ada lokasi snorkeling yang begitu indah di Indramayu. Yang saya tahu tentang kabupaten di pesisir Laut Jawa ini hanya mangganya, hidangan lautnya, kasus trafficking-nya, serta kilang minyaknya. Tak lebih.

Beberapa kali saya menyambangi Indramayu. Itu pun sekadar lewat mengisi perut yang keroncongan dengan hidangan lautnya yang segar. Pernah saya mendengar tentang Pulau Biawak, namun yang terbayang dalam benak saya saat itu adalah: pulau kecil dengan perairan yang kotor, pasir pantainya yang hitam bak lumpur, dan dihuni ratusan biawak yang kelaparan. Sebuah gambaran yang mengerikan. 

Gambaran Pulau Biawak dalam benak saya itu tentu beralasan. Tiap kali saya menepi untuk menyantap makanan laut di pesisir Indramayu, yang saya temukan adalah perairan yang kotor dan keruh kecoklatan. Kata dosen saya, hal itu disebabkan banyaknya aliran sungai yang bermuara ke Laut Jawa. Aliran sungai itu membawa material lumpur yang menyebabkan perairan Laut Jawa tampak keruh.

Suasana pesisir Kabupaten Indramayu

Namun lusa kemarin saat Achmad Alkatiri menuturkan keindahan Pulau Biawak lewat akun Twitter HolidayIQ Indonesia, saya terkejut bukan main. Bagaimana tidak, gambaran mengerikan tentang Pulau Biawak dalam benak saya sirna seketika. Keindahan bawah laut Pulau Biawak benar-benar menghipnotis saya. Terumbu karang yang tersebar di sekitar perairan Pulau Biawak tampak sehat dan tidak mengalami kerusakan. Pasir pantainya pun putih dengan laut tenang berwarna kehijauan. Belum lagi sebuah menara mercusuar peninggalan kolonial Belanda berdiri kokoh di tengah pulau.

Pulau Biawak

Keindahan bawah laut Pulau Biawak

Keindahan bawah laut memang menjadi daya tarik utama di Pulau Biawak. Kita nyemplung di ujung dermaga saja, eksotisme bawah laut Pulau Biawak sudah bisa kita nikmati, ujar Alkatiri di Twitter. Terbukti dari gambar-gambar yang ia sajikan, perairan yang jernih dengan tebaran terumbu karang serta ikan-ikan yang berwarna-warni. Surga!

Berikut adalah gambar-gambar keindahan Pulau Biawak yang disajikan HolidayIQ Indonesia dalam akun Twitter-nya pada tanggal 24 November 2011 kemarin:

Arcopora yang berbentuk seperti meja bertebaran di perairan Pulau Biawak

Nudibranch si siput air dengan warnanya yang indah

Ikan badut yang berlindung di balik Anemon

Menikmati eksotisme Pulau Biawak 

Menara mercusuar peninggalan Belanda yang masih berdiri kokoh

Pemandangan ke laut lepas dari puncak mercusuar

***

Alkatiri juga menuturkan rincian logistik perjalanannya ke Pulau Biawak dari Jakarta bersama 18 orang lainnya selama 3 hari 2 malam:

  • Idealnya pergi bersama 19 orang, agar biaya perjalanan lebih murah
  • Transportasi PP Jakarta - Indramayu Rp 2.410.000 . Dengan rincian sewa mobil kapasitas 19 orang Rp 1.700.000, bensin Rp 400.000, tol Rp 40.000, Tips sopir Rp 150.000, serta makan sopir selama menunggu 2 hari Rp 120.000.
  • Sewa KM Biawak untuk PP Indramayu - P. Biawak dan untuk snorkeling selama 2 hari Rp Rp 5.500.000
  • Di Pulau Biawak belum ada yang menyewakan peralatan selam atau snorkeling, sehingga harus disiapkan dari rumah.
  • Tips selama menginap di rumah penjaga mercusuar Rp 500.000
  • Makan 4x untuk 19 orang Rp 1.750.000

TOTAL perorang sekira Rp 550.000

***

Sumber: 
Achmad Alkatiri dalam HolidayIQ Indonesia
Galeri gambar HolidayIQ Indonesia

3 komentar:

  1. wiw manteb,,, tapi foto pengipananya ga ada :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di Pulau Biawak emang belum ada penginapan bro. Sayang padahal potensi wisata baharinya besar. Yang ke Pulau Biawak biasanya nebeng di rumah petugas mercusuar.

      Hapus