16 November 2011

Kalimantan Selatan: Goa Batu Hapu

Selama di Kalimantan, kami semua menginap dikediaman Bos Adzan di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Dari Banjarmasin memakan waktu sekitar 3 jam untuk mencapai Kabupaten Tapin dengan melewati Kota Intan Martapura. 

Dugaan saya meleset mengenai Kalimantan. Dalam benak saya Kalimantan yang dijuluki paru-paru dunia itu akan menyuguhkan sensasi thriller: keluar masuk hutan rimba. Namun sepanjang perjalanan bukan lebatnya hutan yang saya temui, justru rapatnya perkebunan sawitlah yang mendominasi perjalanan kami. Antrian puluhan bahkan ratusan truk yang mengangkut komoditas sawit dan batubara pun terkadang menghambat laju kendaraan yang kami tumpangi.

Treking ke Goa Batu Hapu
Menyusuri sungai untuk mencapai gua

Selama di Kabupaten Tapin, kami mengunjungi salah satu objek wisata unggulan di sana. Goa Batu Hapu, sebuah gua karst yang sangat luas. Letaknya berada jauh di pelosok Tapin. Setelah memarkir kendaraan, kami pun treking untuk mencapai bibir gua.  

Sampai di mulut Goa Batu Hapu

Setelah sampai di bibir gua, kami pun takjub dengan kemegahan yang ditawarkan Goa Batu Hapu. Mulut gua ini benar-benar besar dan sesekali kalelawar terbang keluar masuk darinya. Sesampainya di dalam gua, indahnya stalagmit dan stalagtit yang terbentuk secara alami memukau kami. Belum lagi ratusan kalelawar yang terbang dan bergelantungan di atap gua menambah eksotisme yang disuguhkan gua karst ini.

Oom Gilang dan Gian berpose di mulut gua

Kami menyusuri setiap liku jalan-jalan setapak dalam goa ini. Di beberapa bagian, terdapat stalagtit-stalagtit yang meneteskan air. Namun sangat disayangkan di beberapa bagian dinding gua terdapat coretan-coretan tangan jahil. Di salah satu ujung gua, kami menemukan dinding gua yang miring, sehingga memungkinkan kami untuk mencapai bagian atasnya. Kami pun memanjat licinnya dinding gua tersebut dan mencapai bagian atas gua. Dari atas gua kita dapat melihat hamparan rindagnya pepohonan, sungai, dan berberapa rumah penduduk.

Di bagian dalam gua

Setelah puas melihat-lihat dari atas atap gua, kami pun kembali pulang ke kediaman bos Adzan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar